Skip to content

PDB Perikanan Hingga Juli Tumbuh 6,75%

03/09/2012

31 Aug 2012 | Fisheries & Farming

PDB Perikanan Hingga Juli Tumbuh 6,75%

BY Dyah Yossie Wiranti

JAKARTA (IFT) – Sumbangan produk domestik bruto (PDB) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama Januari hingga Juli tahun ini tumbuh sebesar 6,75% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan, mengatakan pertumbuhan PDB KKP lebih tinggi dari pertumbuhan PDB Kementerian Pertanian di periode yang sama yang sebesar 3,42%.

Sharif menjelaskan selain pertumbuhan PDB yang relatif tinggi, ekspor sektor kelautan dan perikanan nasional pada periode Januari-April 2012 juga meningkat sebesar 25% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dia menargetkan PDB kementerian hingga 2014 dapat mencapai Rp 65,84 triliun melalui strategi industrialisasi perikanan. PDB ini mengalami peningkatan sekitar 6,75% dari PDB perikanan pada 2010 yang sebesar Rp 50,7 triliun.

Untuk itu, Sharif menjelaskan kementerian akan berkonsentrasi mendorong produksi dan pendapatan nelayan termasuk mengembangkan wirausaha mandiri lewat strategi industrialisasi kelautan dan perikanan. Menurut dia, melalui strategi industrialisasi kelautan dan perikanan maka nelayan, pembudi daya ikan, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah, sekaligus meningkatkan daya saing yang berbasiskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Suhana, Kepala Riset dan Kebijakan Ekonomi Kelautan pada Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim, mengatakan peningkatan PDB KKP tahun ini didorong meningkatnya nilai ekspor produk perikanan terutama dari produk tuna dan udang. Ekspor produk perikanan nasional tahun ini ditargetkan US$ 4,2 miliar, naik 20% dari realisasi ekspor tahun lalu yang sebesar US$ 3,5 miliar.

Dia menambahkan sumbangan PDB dari sektor kelautan dan perikanan juga berasal dari kenaikan nilai investasi terutama dari investasi asing di sektor ini pada kuartal II. Namun, dia pesimistis PDB sektor kelautan dan perikanan Indonesia bakal mencapai target pada 2014.

Menurut dia, target itu selalu diusung kementerian sejak 1999 dan sudah melewati beberapa kali pergantian menteri. “Namun tidak pernah tercapai karena antara kebijakan dan praktik di lapangan tidak pernah sinkron,” ujarnya.

Menurut Suhana, target PDB bisa tercapai jika ada penguatan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Tapi saat ini masih ada beberapa hambatan, seperti ekspor ilegal yang menghilangkan devisa negara. Dia memberi contoh, pada 2010-2011 ditemukan data ekspor ilegal tuna ke Thailand yang kemudian diolah menjadi bahan baku industri mereka.

“Alhasil Thailand berada di urutan ketiga terbesar dunia untuk produksi tuna, sementara Indonesia hanya berada di posisi sebelas,” ujar dia.

Selain itu, dia juga mengkritisi kebijakan KKP yang mengekspor semua produk perikanan berkualitas, tanpa memperhatikan kebutuhan gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia ke depan. Pemerintah menggenjot ekspor untuk produk perikanan berkualitas dan bernilai tinggi seperti tuna, kakap merah, kerapu. Sementara masyarakat Indonesia hanya diberikan ikan asin dengan kadar garam yang tinggi. (*)

Sumber : http://www.indonesiafinancetoday.com/read/32503/PDB-Perikanan-Hingga-Juli-Tumbuh-675
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: