Skip to content

12/11/2011

Sektor Kelautan | Dukungan Swasta Diperlukan untuk Genjot Nilai Tambah
Industri Perikanan Masih Terkendala Bahan Baku
Industri Perikanan  Masih Terkendala Bahan Baku

dok

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikan (KKP) mengaku sulit mengembangkan industrialisasi perikanan karena belum didukung dengan pasokan bahan baku yang memadai.

“KKP perlu melakukan pemetaan sebelum menetapkan kebijakan industrialisasi perikanan, ada beberapa kendala yang bakal menghambat mulai dari sistim logistik yang belum mendukung serta suplai bahan baku yang minim,” kata Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim (P2KM) Suhana di Jakarta, Jumat (11/10).

Suhana mengatakan kebijakan industrialisasi perikanan perlu melihat fakta yang terjadi di lapangan, pasalnya yang terjadi saat ini kapasitas industri perikanan justru tidak optimal karena minimnya pasokan bahan baku.

Bahkan hingga kuartal II/2011, rata-rata kapasitas terpasang industri perikanan masing dibawah 70 persen.
Berdasarkan data yang diperoleh PK2M, masih terjadi devisit bahan baku industri perikanan sebesar 1,3 juta ton.

Perhitunganya, rata-rata produksi perikanan hingga akhir tahun 2010 sebesar 7,6 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 7,13 juta ton dan kebutuhan bahan baku industri sebesar 1,9 juta ton.

“Untuk bahan baku unit pengolahan ikan skala besar, kebutuhanya sebesar 1,9 juta ton, sedangkan unit pengolahan skala UKM sebesar 2,13 juta ton. Untuk skala besar, pasokan selama ini dipenuhi dari impor, sedangkan bahan baku skala UKM masih bisa dipenuhi dari produksi dan tangkapan lokal,” ungkapnya.

Selain persoalan bahan baku pendukung industri, persoalan yang belum terselesaikan adalah dukungan sistim logistik berupa pengangkutan hasil produksi perikanan dari kawasan timur Indonesia ke pusat industri yang berlokasi di Indonesia bagian barat. Selama ini ongkos transportasi dan angkut masih mahal.

Untuk mengatasi persoalan itu, kata Suhana, KKP bisa melakukan kerjasama dengan BUMN Perikanan (samudera) untuk memacu produksi sekaligus mengatasi persoalan distribusi. “BUMN bisa menyediakan bahan baku perikanan, karena menteri BUMN baru sudah mengarah kesana. Kerjasama bisa diperluas untuk pengadaan sistim logistik, maupun penyediaan cold storage,” ujarnya.

Butuh Partisipasi Swasta

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan peningkatan nilai tambah produk perikanan perlu dukungan dari investor, pasalnya jika industrialisasi tidak berjalan maka peningkatan nilai tambah produk akan terhambat.

“Program akan kita mulai tahun depan, dan kita menyadari dibutuhkan anggaran yang sangat besar. Sejauh ini KKP akan mendorong kebijakan yang merangsang para pengusaha membangun industri pengolahan sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Selain mendorong pengusaha dan swasta, Cicip saat ini berusaha membuka jalan agar pelaku pengolahan mendapatkan kemudahan dari sisi permodalan. Menurut Sharip, tanpa dukungan dari lembaga pembiayaan dan perbankan maka pelaku usaha kelautan dan perikanan akan kesulitan meningkatkan kapasitas usahanya. aan/E-12

Sumber : http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/75864

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: