Skip to content

Pengadaan Seribu Kapal Nelayan Bakal Dievaluasi

25/10/2011

Sektor Kelautan| KKP Sesuaikan Kebutuhan Kapal Nelayan
Pengadaan Seribu Kapal Nelayan Bakal Dievaluasi
Pengadaan Seribu Kapal  Nelayan Bakal Dievaluasi

ANTARA

JAKARTA – Program bantuan pengadaan 1.000 kapal untuk nelayan dipastikan segera dievaluasi kembali setelah adanya desakan Komisi IV DPR RI kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rapat dengar pendapat (DRP) dengan KKP di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (24/10). Evaluasi dilakukan untuk menajamkan sasaran nelayan penerima kapal dan spesifikasi kapal.

“Komisi IV DPR mendesak pemerintah untuk mengevaluasi pengadaan 1.000 unit kapal, spesifikasi kapasitas kapal 30 gross ton perlu dilihat lagi, agar kapal itu lebih berguna untuk nelayan kecil,” kata Ketua Komisi IV DPR RI Romahurmuzy saat RDP, kemarin.

Menurut Romahurmuzy, program bantuan kapal buat nelayan itu dinilai masih bermasalah dan belum tepat sasaran. Ia mencontohkan pemerintah selama ini memperbanyak pengadaan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT), padahal mayoritas nelayan justru membutuhkan kapasitas kapal yang lebih kecil.

Bagi Romahurmuzy, seandainya pemerintah memaksakan pembagian kapal tersebut, justru tidak akan efektif karena nelayan kecil sulit mengoperasikan kapal tersebut. Jadi, pemerintah juga harus mengetahui sasaran nelayan penerima kapal.

Menurutnya, pihak KKP dalam pemberian bantuan harus mempu memberikan dampak kepada penegakan kemandirian nelayan kecil. Dengan begitu, para nelayan di Tanah Air tidak hanya sekadar menjadi buruh kapal besar.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Firman Subagyo. Ia mengatakan pemberian kapal juga harus disertai perangkat penunjang agar kapal tersebut dapat diberdayakan.

Di tempat yang sama, Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana mengatakan program bantuan 1.000 kapal di atas 30 GT untuk nelayan kecil yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2010 disinyalir telah banyak mengalami masalah.

“Kapal-kapal bantuan tersebut berjalan tidak sesuai dengan harapan. Padahal, program bantuan kapal nelayan tersebut merupakan salah satu program yang diklaim oleh KKP dapat mengatasi kemiskinan nelayan dalam waktu tiga tahun mendatang,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2011 terhadap realisasi anggaran KKP tahun anggaran 2010, tercatat adanya beberapa satuan kerja pada tugas pembantuan di kabupaten/kota yang tidak merealisasikan anggaran untuk pengadaan kapal di atas 30 GT.

Kondisi itu dipicu ketidaksiapan beberapa satker dalam melaksanakan program tersebut. Demikian juga berdasarkan laporan BPK itu, kata Suhana, menunjukkan bahwa pelaksanaan bantuan kapal untuk restrukturisasi kapal nelayan tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang.

“Berdasarkan hal tersebut, hendaknya BPK dapat menelusuri lebih lanjut pelaksanaan bantuan kapal 30 GT di setiap daerah. Indikasi kebocoran dan salah sasaran sangat tinggi dalam pelaksanaan bantuannya,” tuturnya.

Disesuaikan Kebutuhan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan pihaknya akan mengevaluasi pengadaan pemberian kapal buat nelayan. “Kebutuhan akan kita sesuaikan dengan nelayan, ada yang perlu 30 GT dan ada yang 5-10 GT. Jadi, evaluasi juga berdasarkan evaluasi tingkat kebutuhan dari pemda,” ujar Cicip.

Cicip Sharif mengakui sudah mendengar beberapa daerah yang membutuhkan pengadaan kapal berukuran 10 GT. Namun, dalam inpres memang dinyatakan bahwa pengadaan kapal itu untuk kapasitas 30 GT.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemetaan mengenai pembagian kapal tersebut, misalkan Jawa Tengah menyatakan masih butuh pengadaan kapal berukuran besar karena nelayan di wilayah tersebut membutuhkan kapal yang mampu menjangkau daerah tangkapan ikan dengan radius 60 mil atau lebih. Terkait dengan itu, KKP berencana membentuk tim kecil yang akan berdialog dengan DPR mengenai kriteria kapal dan pihak penerimanya.aan/E-12

Sumber : http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/74417

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: