Skip to content

Kekuatan Asing di Sektor Perikanan

31/05/2011

Investasi Asing Mendominasi

Sektor Perikanan Didominasi Asing

Kompas, Rabu, 6 Oktober 2010

 

Jakarta, Kompas – Investasi sektor perikanan triwulan I-2010, yang melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal, semuanya dilakukan oleh asing dengan nilai 1,3 juta dollar AS. Meski demikian, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong investasi asing di sektor ini.

Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana di Jakarta, Selasa (5/10), menyampaikan hal itu dalam diskusi ”Evaluasi Setahun Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan”.

Menurut Suhana, meski ada investasi asing, hingga kini perkembangan industri pengolahan perikanan di dalam negeri belum menggembirakan.

”Industri pengolahan nasional terpuruk, sedangkan sumber daya ikan terus dikuras. Paradigma Indonesia sebagai penyedia bahan baku tidak juga berubah,” ujar Suhana.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Usaha dan Investasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Nikijuluw mengakui realisasi industri perikanan masih minim.

Di luar investasi yang dilakukan melalui BKPM tersebut, kurun Januari-September 2010, industri pengolahan hanya bertambah empat perusahaan. Dua perusahaan milik China, satu perusahaan hasil kerja sama Kanada dan Italia, dan satu oleh pengusaha nasional. Total investasi sekitar Rp 100 miliar.

Hingga kini, jumlah unit pengolahan ikan yang memiliki sertifikasi kelayakan pengolahan berkisar 600 unit.

Tahun 2010, pemerintah menargetkan total investasi industri perikanan Rp 2,5 triliun. Investasi itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri pengolahan sekitar 7 persen. Namun, target investasi itu akan sulit dikejar.

”Kita harus bergantung pada PMA (penanaman modal asing). Sebab, minat pengusaha Indonesia untuk investasi industri pengolahan perikanan sangat kecil,” ujar Viktor.

Menurut dia, minimnya minat berinvestasi di perikanan dalam negeri, antara lain, karena ketidaktahuan pengusaha terhadap prospek usaha perikanan.

”Selain itu, minimnya fasilitas kredit dari perbankan untuk usaha perikanan juga menghambat investasi,” kata Viktor.

Pertumbuhan industri perikanan yang relatif rendah, menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Riza Damanik, menunjukkan rapuhnya kebijakan di sektor perikanan.

Dijelaskan, industri pengolahan dalam negeri butuh bahan baku 3 juta ton per tahun. Faktanya, yang dapat dipenuhi baru 1,6 juta ton per tahun. Ironisnya, saat industri pengolahan dalam negeri sulit mendapat bahan baku, pemerintah justru menggenjot ekspor perikanan dalam bentuk bahan baku.

Karena itu, Ketua Koalisi Antiutang Dani Setiawan menegaskan agar pemerintah konsisten mendorong pemenuhan kebutuhan ikan di dalam negeri, termasuk industri pengolahan.

Dani mengingatkan, masuknya investasi asing tidak menjamin adanya transfer teknologi, sebaliknya tidak ada jaminan ketahanan pangan dalam negeri. ”Tanpa kepastian bahan baku dan dukungan permodalan, industri pengolahan ikan dipastikan mundur,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Suhana menyatakan, dengan mengatasi pencurian ikan dan menertibkan hasil tangkapan yang tidak dilaporkan, kebutuhan bahan baku di dalam negeri dapat dicukupi.

Hasil tangkapan tuna, misalnya, yang dilaporkan hanya 10 persen, 90 persen lainnya tidak tercatat dan dibawa langsung ke luar negeri. (LKT)

Kompas, Rabu 25 Mei 2011

Jakarta, Kompas – Investasi sektor perikanan saat ini didominasi asing. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, selama triwulan I-2011, total investasi di sektor perikanan mencapai 1,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 10,28 miliar dan seluruhnya merupakan investasi asing.

Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana, Selasa (24/5) di Jakarta, mengemukakan, penguasaan investor asing dalam sektor perikanan menunjukkan minat investor dalam negeri belum membaik sejak triwulan II-2009. Tahun 2010, investasi perikanan juga didominasi asing.

Dominasi asing di sektor perikanan itu juga tecermin dari tingginya laju impor ikan serta belum berkembangnya industri perikanan nasional. Untuk itu, diperlukan terobosan agar kebijakan perikanan mengedepankan kemajuan usaha dalam negeri dan bukan kepentingan asing.

”Rendahnya minat investor dalam negeri di sektor perikanan perlu segera diantisipasi pemerintah agar ekonomi perikanan dapat tumbuh dengan kekuatan nasional,” kata Suhana.

Hal senada dikemukakan Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Perikanan Indonesia Herwindo. Dominasi asing di sektor perikanan masih sangat besar, antara lain dari banyaknya bahan baku yang diekspor, sedangkan pasokan ke industri pengolahan lokal minim. Akibatnya, Indonesia bergantung impor bahan baku.

Ia menambahkan, unit pengolahan ikan hingga kini belum efektif menggandeng armada kapal perikanan untuk pasokan bahan baku. Sebagian pengusaha penangkapan ikan mengeluhkan harga ikan di tingkat unit pengolah ikan yang rendah.

Data Badan Pusat Statistik (2011) menunjukkan, nilai impor ikan dan produk perikanan bulan Januari-Februari 2011 sebesar 71,12 juta dollar AS, atau melonjak dibandingkan periode yang sama tahun 2010 sebesar 32,23 juta dollar AS. Sementara itu, nilai ekspor produk perikanan Januari-Februari tahun 2011 berkisar 320,71 juta dollar AS, atau tumbuh 15,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2010. (LKT/MHF)

 

 

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: