Skip to content

Investasi Pengolahan Perikanan Meningkat

17/03/2011

Koran Jakarta, Kamis, 17 Maret 2011
JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan target investasi di industri pengolahan perikanan tahun depan mencapai dua triliun rupiah, meningkat dari target tahun 2011 ini sebesar 1,5 triliun rupiah. Tahun ini, pemerintah lebih fokus untuk sosialisasi kebijakan fiskal bagi pengusaha. “Tahun 2012 kita harapkan investasi naik dua triliun investasi, sedangkan tahun ini kita targetkan senilai 1,5 triliun rupiah, nggak jauh berbeda dibanding tahun lalu di kisaran,” kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Victor PH Nijukuluw kepada Koran Jakarta, Rabu (16/3).

Victor menyatakan tidak berubahnya target investasi pengolahan pada tahun ini dibanding tahun lalu karena KKP masih fokus melakukan sosialisasi kepada stakeholder perikanan terkait adanya kemudahan fiskal yang diberikan pemerintah. Kemudahan itu, di antaranya pelaku usaha bisa memanfaatkan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk barang modal yang diimpor dengan tujuan digunakan sebagai bahan baku ekspor. Untuk itu, Victor berharap dengan sosialisasi terkait kemudahan BMDTP itu banyak pengusaha dan investor perikanan memanfaatkannya.

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana mengatakan sepanjang tahun 2010, investasi di sektor pengolahan ikan didominasi oleh investor asing dibandingkan investor lokal. Berdasarkan data yang diperoleh Suhana dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang tahun 2010 investasi Penanaman Modal Asing (PMA) naik 71,67 persen ke posisi 18 juta dollar AS dari tahun 2009 yang hanya 5,1 juta dollar AS, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) turun satu miliar rupiah dari 24,7 miliar rupiah tahun 2009 menjadi 23,7 miliar rupiah.

“Menurunnya investasi dalam negeri dan meningkatnya investasi asing di sektor perikanan karena tidak konsistennya kebijakan dari KKP,” jelasnya. Era tahun 2007, KKP membatasi kepentingan asing di sektor perikanan dibatasi oleh Menteri KKP Freddy Numbery seiring terbitnya Permen KP Nomor 5 Tahun 2008 tentang Izin Usaha Perikanan Tangkap. Namun, di era Menteri KKP Fadel Muhammad permen itu direvisi dengan memasukkan kepentingan asing. Dalam draf Revisi Permen KP No 5 Tahun 2008, Pasal 2 Ayat (1) poin D disebutkan bahwa jenis usaha perikanan tangkap meliputi penangkapan ikanterpadu.

Sementara itu, dalam Pasal 36 Ayat 2 disebutkan bahwa usaha perikanan tangkap terpadu dilaksanakan oleh (1) usaha perikanan tangkap terpadu dengan fasilitas penanaman modal dalam negeri dan (2) usaha perikanan tangkap terpadu dengan fasilitas penanaman modal asing. Dampak Tsunami Terkait gempa dan tsunami Jepang, diakuinya berpengaruh pada ekspor produk tuna Indonesia ke Jepang. Kondisi itu dipicu terbatasnya penerbangan ke bandara Narita Jepang. “Ekspor dengan tujuan tokyo mengalami penurunan sebesar 50 persen, selama tiga hari terakhir ekspor dari Bali ke Tokyo yang biasanya mencapai 300 ton turun drastis jadi 30 ton,” paparnya.
aan/E-12

Sumber : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?idkat=31&id=77821

Lampiran


No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: