Skip to content

BBM Harus Transparan

01/11/2010

Senin, 1 November 2010 | 05:21 WIB

Jakarta, Kompas – Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu transparan mengenai kebutuhan bahan bakar minyak bersubsidi agar kebijakan pengurangan BBM bersubsidi tidak memicu persoalan baru.

Pengusaha perikanan juga perlu jujur tentang biaya produksi, nilai jual, dan keuntungan yang diperoleh dengan adanya insentif BBM bersubsidi untuk nelayan.

Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana mengemukakan itu di Jakarta, Minggu (31/10). Mulai tahun 2011, pemerintah akan mengurangi BBM bersubsidi untuk kapal ikan berbobot mati maksimum 60 ton.

Selama ini, setiap kapal tangkap ikan domestik diperbolehkan mendapat BBM bersubsidi maksimum 25 kiloliter per bulan. Hingga saat ini, kata Suhana, masih banyak praktik pemindahan muatan ikan di tengah laut yang merugikan negara.

Sebaliknya, penghapusan total BBM bersubsidi bagi kapal di atas 60 gros ton akan memukul daya saing perikanan nasional. Ia mengingatkan, pemerintah perlu segera menyusun secara akurat klasifikasi kapal berdasarkan bobot mati dan kebutuhan BBM untuk budidaya ikan agar alokasi BBM bersubsidi lebih transparan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Tubagus Haryono mengatakan, mulai tahun depan, kuota BBM bersubsidi direncanakan berkisar 900.000 kiloliter-1 juta kiloliter per tahun atau turun dari kuota BBM perikanan rata-rata 1,5 juta kiloliter per tahun.

Ketua Asosiasi Tuna Indonesia Eddy Yuwono, mengemukakan, penghentian BBM bersubsidi akan membuat Indonesia terancam kehilangan kuota tangkapan tuna di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Sesuai ketentuan konvensi hukum laut PBB (UNCLOS), apabila ZEE tidak dimanfaatkan untuk penangkapan ikan, hak operasional itu wajib diserahkan ke negara pantai lainnya. (LKT)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/2010/11/01/05211248/bbm.harus.transparan

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: