Skip to content

Opini Berubah, Lokasi Dinilai Bermasalah

24/08/2010

PENCURIAN IKAN
Opini Berubah, Lokasi Dinilai Bermasalah
Selasa, 24 Agustus 2010 | 03:04 WIB

Jakarta, Kompas – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Senin (23/8), membenarkan bahwa kawasan perairan tempat terjadinya insiden penangkapan tiga aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Kepolisian Diraja Malaysia beberapa waktu lalu adalah wilayah yang memang masih dipersengketakan oleh kedua negara.

Dengan begitu, menurut Djoko, seharusnya tidak boleh terjadi satu pihak pun, baik Indonesia maupun Malaysia, mengklaim wilayah perairan itu sebagai teritorialnya, apalagi sampai terjadi insiden penangkapan seperti menimpa ketiga aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Hal itu disampaikan Djoko seusai menggelar rapat koordinasi bidang politik dan keamanan, yang diikuti antara lain oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono.

”Memang benar beberapa wilayah laut seperti Selat Malaka, di antara Pulau Bintan dan Johor, di dekat Kepulauan Natuna Selatan, dan di dekat Selat Sulawesi, perjanjian perbatasan (laut) dengan Malaysia belum selesai,” ujar Djoko.

Namun, lanjut Djoko, bukan berarti kedua negara belum pernah melakukan perundingan. Selama ini sejumlah langkah perundingan telah digelar, seperti pada 1979, tahun 1995, dan terakhir digelar pada Oktober 2009.

Pernyataan Djoko sangat berbeda dengan klaim Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Rabu pekan lalu, menyikapi insiden penangkapan. Marty saat jumpa pers menegaskan, wilayah perairan tempat terjadinya insiden adalah wilayah perairan Indonesia. Oleh karena itu, kementeriannya lalu melayangkan nota diplomatik berisi protes keras insiden penangkapan yang dianggap pelanggaran serius aturan internasional.

Dalam nota protes itu, Kemlu melampirkan data rinci, yang diklaim diperoleh hati-hati soal bukti-bukti wilayah tempat terjadinya insiden benar berada di kawasan teritorial Indonesia.

Jangan disalahartikan

Saat Kompas menanyakan hal itu, Djoko meminta pernyataannya jangan disalahartikan sebagai ketidakjelasan sikap pemerintah atau bahkan sampai berimplikasi mementahkan sikap dan nota diplomatik Kemlu sebelumnya, apalagi sampai diartikan sebagai bentuk pemakluman terhadap penangkapan ketiga aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan.

”Jangan ditangkap secara keliru iya. Yang saya sampaikan sekarang ini adalah situasi di daerah (tempat kejadian insiden) itu masih ada sengketa (dispute)-nya. Ada klaim yang overlapping. Mereka klaim itu wilayahnya, tetapi kita pun mengklaim serupa, makanya kita protes. Penangkapan (oleh Malaysia) tetap tak dibenarkan,” ujar Djoko.

Sementara itu, Marty seusai pengukuhan Duta Belia 2010 di Kemlu, pagi harinya, menegaskan tengah berupaya mempercepat proses perundingan dengan Malaysia, dari yang seharusnya digelar September-Oktober tahun ini. Saat ini ia masih menunggu jawaban atas tawarannya minggu lalu. (DWA)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/2010/08/24/03045194/opini.berubah.lokasi.dinilai.bermasalah.

Gimana komentar pengunjung blog ?

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: