Skip to content

Malaysia Bertindak Kriminal

16/08/2010

Malaysia Bertindak Kriminal

16 Aug 2010

Oleh Julius Jera Rema

JAKARTA – Nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Berakit di sekitar Pulau Bintan, Jumat (13/8) berserta pemerintahannya dituding bertindak kriminal. Sebab, selain mencuri, para nelayan itu didukung pemerintahannya menembak petugas pengawasan perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia.

Tiga petugas pengawas KKP yakni Asriadi (40), Erwan (37), dan Seivo Grevo Wewengkang (26) kini masih di bawah pengawasan Kepolisian Diraja Malaysia.

“Apa pun tembakan yang dikeluarkan kapal patroli Malaysia, tindakan itu layak disebut kriminal karena masuk dalam teritorial Indonesia,” kata Kepala Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana kepada Investor Daily Jakarta, Minggu (15/8).

Tindakan kriminal Malaysia bermula Jumat (13/8) saat kapal pengawas KKP Dolphin 015 berhasil menangkap basah lima kapal nelayan berbendera Malaysia yang menangkap ikan di perairan Berakit sekitar Pulau Bintan.

Setelah ditangkap, sejumlah pencuri beserta lima kapal mereka di-giring petugas ke pangkalan terdekat di Batam. Dalam iringan itu disepakati tiga pengawas KKP naik ke kapal pencuri, bertukar dengan tujuh pencuri yang menaiki kapal pengawas. Alhasil, di tengah jalan muncul kapal patroli polisi Malaysia.

Polisi Diraja itu memerintahkan kapal balik haluan dan mendesak pengawas KKP membebaskan nelayan mereka. Perintah tidak diindahkan petugas KKP. Polisi Malaysia menembak ke udara. Speedboat pengawas KKP berhasil kabur dari kepungan polisi Malaysia beserta tujuh pencuri di dalamnya, sedangkan lima kapal nelayan Malaysia beserta tiga pengawas KKP digiring polisi Malaysia ke pelabuhan Johor.

Sekjen Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Da-manik mengutuk sikap Malaysiasekaligus menyayangkan pengawas teritorial Indonesia yang tidak berwibawa.

“Malaysia berani menembak karena penjaga teritorial kita tidak berwibawa. Kejadian ini sudah berulang-ulang, tetapi sikap kita tetap sama, melembek,” ujar Riza Da-manik.

Protes

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, besar kemungkinan terjadi komunikasi antara kapal nelayan yang sudah ditangkap petugas KKP dengan kapal patroli polisi Malaysia. Sebab, munculnya kapal patroli itu secara tiba-tiba, sekaligus mengadang iringan pengawas KKP beserta kapal pencuri bukan sebuah kebetulan semata.

“Ada jeda waktu sejam antara munculnya kapal patroli polisi Malaysia dengan kejadian penangkapan. Ini yang sedang-dikaji dan pasti kita segera mengirim surat protes ke Malaysia, besok (hari ini),” tegas Fadel.

Menurut Fadel, kemungkinan terjadinya komunikasi antara nelayan dengan kapal patroli polisi Malaysia menunjukkan tindakan kriminal pencuri seolah-olah didukung pemerintahannya.

Meski mengecam, kata Fadel, sesuai arahan Presiden SBY penyelesaian dengan Malaysia dilakukan lewat jalur diplomatik.

“Ini sesuai dengan arahan Presi-den, dan protes akan kita layangkan melalui nota diplomatik,” terang Fadel.

Riza Damanik menambahkan, wibawa penjaga teritorial Indonesia harus segera dipulihkan setelah sekian kali dipermalukan negeri jiran itu. Damanik berharap, pengawasan kelautan dan tertutama terkait perikanan harus melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut beserta kepolisian.

“Yang namanya pengawasan harus bersenjata. Masa, ditembak langsung kabur. Ini sikap tidak ksatria,” tegas Damanik.

Menurut Suhana, KKP perlu memperbesar anggaran pengawasan menyusul insiden tersebut Kapal Dolphin 015 yang diketahui tidak dipersenjatai, kata Suhana, sebaiknya tidak dilibatkan dalam proses pengawasan maupun patroli.

Fadel mengakui, ke depan segera membenahi aspek pengawasan dengan menjalin koordinasi bersama TNI-AL dan Kepolisian. Selain itu, sesuai arahan presiden, lanjut Fadel, prioritas penyelesaian dengan Malaysia mengedepankan kerja sama bidang ekonomi. Fadel mengakui, sikap Presiden tersebut memperlihatkan prioritas penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik ketimbang kekerasan.

“Anda dan saya bisa saja panas dengan sikap Malaysia itu. Tapi, kita kan harus menghormati arahan Presiden di mana penyelesaian bisa dengan kepala dingin,” papar Fadel.

Sumber : Investor Daily, 16 Agustus 2010

2 Komentar leave one →
  1. bhekti permalink
    17/08/2010 10:28 am

    kita seharusnya hrs dan bisa bertindak tegas, kalo g ya diakalin terus sm malaysia… pak presiden mohon tegas dong….jgn diplomatik melulu… indonesia bisa kok…

  2. mintut silowati permalink
    27/09/2010 10:30 am

    ayo pak Presiden, harus tegas sekarang, jgn lembek, dong…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: