Skip to content

Realisasi investasi triwulan I Tahun 2010

04/05/2010

Jakarta, 2 Mei 2010 – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari ini mengumumkan realisasi investasi. Realisasi investasi ini merupakan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) Triwulan I tahun 2010, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan perusahaan.

Dengan tuntutan kebutuhan investasi nasional yang tinggi, peluncuran angka realisasi investasi ini dilakukan seiring dengan perubahan metode pengumpulan data investasi, termasuk dari sisi periode pelaporan. Periode pelaporan untuk proyek penanaman modal yang masih berada dalam tahap pembangunan diubah dari setiap enam bulan sekali menjadi tiga bulan sekali. Sedangkan untuk perusahaan yang telah memiliki Izin Usaha, periode pelaporan diubah dari sekali setahun menjadi dua kali setahun.

Metode pelaporan yang baru juga melakukan pemisahan antara nilai realisasi investasi per periode serta realisasi investasi secara kumulatif. Sebelumnya BKPM mencatat angka realisasi investasi berdasarkan Izin Usaha Tetap (IUT) atau izin untuk beroperasi, sehingga belum mencerminkan kontribusi investasi pada tahun berjalan.

Perubahan metode pelaporan ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi pelaporan data investasi, agar bisa lebih menangkap pulsa kegiatan investasi Indonesia. Hal ini tentunya penting dalam upaya untuk terus mendorong perbaikan kebijakan dan iklim investasi nasional,

Satu hal yang juga perlu dicatat adalah bahwa metode pencatatan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) yang dilaporkan oleh BKPM berbeda dengan metode pencatatan investasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Di dalam pencatatannya, BI menggunakan metode Balance of Payment (BOP), yang mencatat aliran modal asing yang masuk dari luar negeri ke Indonesia secara netto (bersih). Sedangkan metode pencatatan BKPM menunjukkan nilai modal asing dari luar negeri maupun yang berasal dari modal perusahaan asing yang sudah berada di Indonesia, misalnya dalam bentuk perluasan usaha.

Realisasi investasi triwulan I Tahun 2010:

  1. BKPM mencatat realisasi investasi yang dilaporkan oleh perusahaan PMDN-PMA sesuai Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). LKPM ini memuat perkembangan kegiatan dan realisasi investasi diluar Investasi Sektor Minyak dan Gas Bumi, Perbankan, lembaga Keuangan Non Bank, Asuransi, Sewa Guna Usaha, Investasi yang perizinannya dikeluarkan oleh instansi teknis/sektor, Investasi portofolio dan Investasi Pasar Modal serta Investasi Rumah tangga pada triwulan I Tahun 2010.
  2. Realisasi investasi PMDN – PMA triwulan I Tahun 2010 sebesar Rp. 42,1 triliun untuk 574 proyek yang terdiri dari investasi PMDN sebesar Rp. 6,7 triliun untuk 150 proyek sedangkan investasi PMA sebesar Rp. 35,4 triliun atau US$. 3,8 miliar untuk 424 proyek.
  3. Investasi yang menonjol berdasarkan sektor usaha untuk Penanaman Modal Dalam Negeri adalah Transportasi, gudang dan komunikasi sebesar Rp. 1,9 triliun (7 proyek) ; perdagangan dan reparasi sebesar Rp. 1,3 triliun (8 proyek); Listrik, gas dan air sebesar Rp. 1,2 triliun (12 proyek) dan Jasa lainnya sebesar Rp. 0,8 triliun (2 proyek); serta Industri logam mesin dan elektronika sebesar Rp. 0,4 triliun (49 proyek).
  4. Investasi yang menonjol berdasarkan sektor usaha untuk Penanaman Modal Asing adalah Transportasi, gudang dan komunikasi sebesar US$. 941,5 juta (23 proyek); Pertambangan sebesar US$. 711,2 juta (39 proyek); Listrik, Gas dan Air sebesar US$. 681,6 juta (9 proyek); Perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar US$. 406,1 juta (20 proyek); serta Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya sebesar US$. 244,6 juta (10 proyek);
  5. Investasi yang menonjol berdasarkan lokasi proyek untuk Penanaman Modal Dalam Negeri adalah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp. 1,7 triliun (19 proyek); Provinsi Banten sebesar Rp. 1,3 triliun (5 proyek); Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 0,9 triliun (14 proyek); Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp. 0,8 triliun (6 proyek); dan Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp. 0,5 triliun (7 proyek).
  6. Investasi yang menonjol berdasarkan lokasi proyek untuk Penanaman Modal Asing adalah Provinsi DKI Jakarta sebesar US$. 1,4 miliar (154 proyek); Provinsi Jawa Barat sebesar US$. 551,5 miliar (59 proyek); Provinsi Kalimantan Timur sebesar US$. 518,0 juta (21 proyek); Provinsi Jawa Timur sebesar US$. 458,4 juta (14 proyek); dan Provinsi Papua sebesar US$. 167,0 juta (5 proyek).
  7. Negara asal penanaman modal yang menonjol merealisasikan investasinya adalah Singapura sebesar US$. 676,8 juta (62 proyek); Mauritius sebesar US$. 446,6 juta (2 proyek); Amerika Serikat sebesar US$. 436,9 juta (12 proyek); Inggris sebesar US$. 214,9 juta (19 proyek); dan Australia sebesar US$. 186,4 juta (14 proyek).
  8. Realisasi penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan mencapai 123.685 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 45.953 orang, sedangkan untuk proyek PMA sebanyak 77.732 orang.

Sumber : http://www.bkpm.go.id/contents/news/103/SIARAN+PERS+KEPALA+BADAN+KOORDINASI+PENANAMAN+MODAL+%28BKPM%29+Realisasi+Investasi+PMDN+-+PMA+Triwulan+I+Tahun+2010

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: