Skip to content

Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan Rakyat Lokal

26/03/2010

Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan Rakyat Lokal

Sabtu, 27 Maret 2010 | 03:41 WIB

Jakarta, Kompas – Rencana pemerintah membuka peluang investasi di 12 pulau kecil dan terluar di Indonesia dikhawarirkan hanya akan menguntungkan segelintir investor. Di sisi lain akan meminggirkan masyarakat lokal dan merusak lingkungan.

Menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik di Jakarta, Jumat (26/3), terbatasnya kemampuan melakukan pengawasan dan pengelolaan kawasan di pulau terluar seharusnya disikapi dengan sinkronisasi program pemerintah pusat dan daera, yang berpijak pada letak geopolitik Indonesia.

Kerja sama pengelolaan kawasan pulau kecil dan terluar disepakati Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan TNI AL. Dua belas pulau yang akan dibuka untuk investasi antara lain Pulau Nipah di Kepulauan Riau, sejumlah pulau di Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau, Banda Naira di Maluku Tengah, dan Banyuwangi di Jawa Timur.

”Jika investasi di pulau luar terbuka untuk asing, efek yang terjadi adalah peminggiran masyarakat, kerusakan lingkungan hidup, dan keroposnya kedaulatan negara di wilayah perbatasan,” ujar Riza.

Data Kiara menyebutkan, telah terjadi penjualan 35 pulau secara sepihak, di antaranya di Gugusan Takabonerate dan Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan, Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, serta Madura di Jawa Timur.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar, Pasal 3 menyebutkan, pengelolaan pulau-pulau kecil terluar menganut tiga prinsip, yakni wawasan Nusantara, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.

Namun, kenyataannya, kata Riza, investasi pulau kerap meminggirkan nelayan dan masyarakat pesisir dari wilayah kelolanya, merusak keberlanjutan lingkungan hidup, serta mengaburkan kedaulatan negara.

Sebelumnya, Pelaksana Teknis (Plt) Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengemukakan, Australia telah menyatakan minat berinvestasi di Pulau Banda Naira, Singapura di Pulau Nipah dan Kepulauan Anambas, serta Maladewa di Banyuwangi.

Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana menegaskan, sudah saatnya pemerintah memanfaatkan BUMN dan BUMD untuk berinvestasi mengelola pulau kecil dan terluar.

”Keterlibatan badan usaha milik pemerintah akan berfungsi menjaga kedaulatan dan meningkatkan pendapatan negara,” kata dia. (LKT)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/27/03415553/investasi.dikhawatirkan.pinggirkan.rakyat.lokal…..

Lampiran

Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang kelautan

No Sektor Usaha Nama Perusahaan
1 Pariwisata PT Hotel Indonesia Natour

Bali Tourism Development Corporation (BTDC)

Perikanan PT Perikanan Samodra Besar

PT Perikanan Nusantara

Perum Prasarana Perikanan Samudra

3 Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia I

PT Pelabuhan Indonesia II (PELINDO II)

PT Pelabuhan Indonesia III

PT Pelabuhan Indonesia IV

4 Pelayaran PT ASDP Indonesia Ferry

PT Bahtera Adhiguna

PT Djakarta Lloyd

PT Pelayaran Nasional Indonesia

5 Dok dan Perkapalan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari

PT Dok dan Perkapalan Surabaya

PT Industri Kapal Indonesia

PT PAL

6 Pertambangan PT Pertamina
Sumber : http://portal.bumn.go.id/
Iklan
One Comment leave one →
  1. 27/03/2010 3:30 am

    kearifan budaya dan sosial ekonomi lokal jangan sampai tercemari oleh tangan2 kapitalis, cukup masyarakat perkotaan saja yang menjadi korban kapitalisme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: