Skip to content

Indonesia Perlu Punya Program Nyata

24/03/2010

Sabtu, 4 April 2009 | 03:27 WIB Jakarta, Kompas – Konferensi Kelautan Dunia di Manado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei 2009, diharapkan tidak sebatas mengejar sukses sebagai tuan rumah. Selain ada komitmen politik, khususnya dari pemerintah enam negara di kawasan segitiga terumbu karang, Pemerintah Indonesia diharap memiliki program nyata di lapangan. Demikian harapan yang muncul dalam diskusi menjelang Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/ WOC) dan Pertemuan Inisiatif Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle Initiative/CTI Summit) yang diadakan wartawan dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Jakarta, Jumat (3/4). ”Masih ada kesempatan memulihkan kondisi terumbu karang bila ada kerja sama regional dalam waktu dekat,” kata Manajer Program The Nature Conservancy Abdul Halim. Kawasan laut yang terjaga berikut pengelolaan yang baik diyakini memberikan nilai ekonomis bagi warga pesisir, seperti lapangan kerja baru, tangkapan ikan, dan pemasukan sektor wisata. Selain itu, jasa lingkungannya berguna bagi dunia. ”Banyak hal yang bisa dikerjakan di segitiga terumbu karang, termasuk penelitian potensi menyerap karbon dan biota lautnya,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Laut Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Augy Syahailatua. Namun, semua itu baru akan terwujud bila pemerintah memiliki program nyata nasional yang bisa diterapkan. Hingga saat ini, program-program nasional yang akan disampaikan dalam CTI Summit belum diungkapkan pemerintah. Seruan keraguan Di tempat terpisah, enam LSM yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Manado menyerukan keraguan mereka bahwa WOC dan CTI Summit mampu menyelesaikan substansi persoalan kelautan dunia. Pasalnya, inisiatif yang digalang tidak termasuk untuk menagih tanggung jawab negara-negara maju dan lembaga finansial yang selama ini turut merusak laut Indonesia. Menurut catatan aliansi, laut Indonesia menjadi muara limbah industri tambang, minyak, dan emas milik asing. Kekayaan laut Indonesia juga dirambah nelayan-nelayan asing. Karena itu, aliansi meminta Indonesia menyiapkan langkah diplomasi yang cerdas dan berani, termasuk meminta negara- negara lain menghentikan pencurian ikan di Indonesia. Tanpa itu, Indonesia dinilai menjalankan model diplomasi yang berisiko merugikan negara. Aliansi Masyarakat Manado beranggotakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Koalisi Anti-Utang (KAU), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan, Institut Hijau Indonesia (IHI), serta Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim (Commits). Ekspedisi Pramuka Menyambut WOC, Kwartir Nasional Pramuka menyelenggarakan Ekspedisi Pramuka Saka Bahari menggunakan kapal penumpang Pelni dari Jakarta ke Bitung dan kembali ke Jakarta. Indroyono Soesilo selaku Sekretaris Panitia WOC menjelaskan, Jumat, ekspedisi ini akan melibatkan 250 pramuka dari seluruh Indonesia. Selama perjalanan, sekitar lima hari, berbagai kegiatan akan digelar, di antaranya mendapat penjelasan tentang ilmu kelautan dari para pakar dari Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI), BPPT, LIPI, serta Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Selain itu juga diadakan demo ilmu oleh Pusat Peragaan (PP) Iptek, serta demo produk inovasi dari BPPT, LIPI, dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Pada acara Dapur Ilmu, PP Iptek mengajarkan cara membuat yoghurt dan margarin. Selain itu, para anggota pramuka dilatih cara membuat roket air dengan menggunakan botol cola. (GSA/YUN)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/04/03274716/Indonesia.Perlu.Punya.Program.Nyata

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: