Skip to content

RI Tak Diam Hadapi ACFTA

31/12/2009

RI Tak Diam Hadapi ACFTA

Kamis, 31 Desember 2009
Implementasi ACFTA ! Awasi Kemungkinan Munculnya PHK

China saat ini telah menguasai 15 persen pangsa pasar tekstil dan produk tekstil dalam negeri. Tahun depan, produk China dipastikan kian membanjiri pasar lokal.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan tidak tinggal diam menghadapi perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) yang mulai Januari 2010. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah telah mempersiapkan sejumlah langkah.

“Sejumlah langkah termasuk pembentukan tim untuk menampung dan menindaklanjuti keluhan pengusaha Indonesia terkait kebijakan itu,” kata Hatta sebelum rapat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan tim yang dibentuk itu merupakan gabungan dari sejumlah departemen teknis ditambah asosiasi-asosiasi. “Tim ini tentu menampung apa pun yang menjadi keluhan dari industri yang berpotensi terkena dampak,” katanya.

Pada prinsipnya, tutur Hatta, pemerintah berkewajiban melindungi kepentingan nasional. “Kita juga memang harus konsisten dengan apa yang menjadi keputusan atau agreement itu yang ditandatangani tahun 2002,” ungkapnya.

Untuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno memperkirakan implementasi ACFTA akan berdampak pada lonjakan impor TPT asal China minimal sebesar 30 persen.

“Penerapan bea masuk (BM) nol persen dari China berdasarkan ACFTA yang telah ditandatangani pada 2005, mau tidak mau, akan memberikan dampak serius bagi pasar domestik,” tegasnya, kemarin.

Jika pemberlakuan ACFTA dengan tarif TPT dari China sebesar nol persen, sudah dapat dipastikan lonjakan impor dari China akan lebih sulit untuk dikendalikan.

“Apabila tarif BM TPT dari China tetap dipertahankan 5 persen, API memperkirakan lonjakan impor TPT dari China bisa dipertahankan dengan pertumbuhan sekitar 20 persen sampai 30 persen per tahun hingga 2012 nanti,” kata Benny.

Benny menjelaskan hingga saat ini pun China telah menguasai 15 persen pangsa pasar domestik, sementara produsen dalam negeri hanya mampu merealisasikan penjualan ke pasar domestik pada 2009 senilai 52 triliun rupiah atau sebesar 67 persen dari total pangsa pasar dalam negeri.

Benny memastikan penguasaan pangsa pasar dalam negeri oleh produk lokal pada 2014 hanya sebesar 39 triliun rupiah atau 30 persen saja.

Benny juga mengatakan adanya potensi tutupnya perusahaan atau pabrik TPT akibat implementasi FTA. ”Pasti (nanti) banyak yang tutup. Yang tutup itu pabrik garmen dan rajut yang orientasi domestik,” ucap Benny.

Senada dengan Benny, pengamat ekonomi, Dorojatun Kuntjorojakti, sebelumnya, juga mengatakan adanya indikasi beberapa sektor industri di dalam negeri yang akan terkena dampak negatif dari implementasi ACFTA. ”Saya melihat (kemungkinan kolaps) di alas kaki, TPT, besi baja, itu yang muncul di Indonesia pada waktu ini,” tuturnya.

Rawan Dumping

Pengamat perikanan, Suhana, menambahkan pemberlakuan ACFTA akan mengakibatkan produk kelautan dan perikanan Indonesia semakin rawan terkena dumping.

“Produk kita sudah pasti rawan terkena dumping karena sekarang saja produk perikanan China masih banyak yang terkena dumping di negara-negara tujuan ekspor kita,” katanya pada Outlook Perikanan Indonesia 2010, di Jakarta, kemarin.

Belajar dari pengalaman tahun 2005, saat Indonesia terkena dumping akibat melakukan reekspor udang dari China, menurut dia, hal yang sama sangat mungkin terjadi ketika produk perikanan China membanjiri Indonesia setelah ACFTA berlaku.

Ia menambahkan, pemberlakuan ACFTA juga akan semakin mengancam daya saing produk perikanan Indonesia, mengingat produk olahan perikanan China dengan harga lebih murah dapat masuk lebih banyak.

Namun, Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Perikanan Indonesia (Gappindo) Herwindo justru mengatakan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan tidak perlu mengkhawatirkan dampak ACFTA. “Sektor perikanan kita sudah terbiasa dengan bea masuk yang rendah saya rasa, jadi tidak ada masalah,” ujar dia.
(iim/Ant/E-3)

Penulis Berita : (iim/Ant/E-3)

Sumber : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=41349

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: