Skip to content

Butuh Langkah Konkret Hadapi Serbuan Produk China

31/12/2009

Butuh Langkah Konkret Hadapi Serbuan Produk China

Kamis, 31 Desember 2009 | 03:50 WIB

Jakarta, Kompas – Produk-produk perikanan China diperkirakan bakal menyerbu pasar Indonesia sebagai akibat dari Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China. Produk perikanan China relatif lebih murah dibanding produk perikanan Indonesia karena ada subsidi dari Pemerintah China.

”Per 1 Januari 2010, produk perikanan China bakal membanjiri pasar Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan M Riza Damanik dalam diskusi ”Refleksi 2009 dan Proyeksi 2010 Kelautan dan Perikanan”, Rabu (30/12) di Jakarta,

China menempati peringkat pertama dalam produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya di dunia. Jika tidak dilakukan langkah-langkah untuk membendung serbuan produk China, sentra-sentra perikanan budidaya ikan nasional akan gulung tikar, seperti di Jatiluhur dan Cirata, Jawa Barat.

Riza berpendapat, regulasi pemerintah selama ini justru mendorong liberalisasi sektor kelautan dan perikanan. Misalnya, dalam Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Jepang (Indonesia-Japan Economic Partnership). Hasil evaluasi KIARA pascasetahun berlakunya IJEPA (2008-2009) menunjukkan, terjadi lonjakan ekspor udang, dari 3.126 metrik ton (April 2008) menjadi 3.300 MT (April 2009). Namun, harga udang windu asal Indonesia turun 2-3 dollar AS.

”Ini jadi bukti bahwa ekspor perikanan dalam bentuk nonolahan tidak memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup,” kata Riza.

Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, menurut Riza, memaknai kegiatan perikanan semata berorientasi bisnis, mengabaikan kegiatan perikanan tradisional. UU itu membolehkan kapal asing beroperasi di wilayah perairan Indonesia. Selain juga membuka peluang impor sebesar-besarnya dengan dalih pemenuhan konsumsi ikan domestik.

Riza menyarankan agar dilakukan revisi aturan impor produk perikanan serta kluster pengembangan pulau kecil dan perikanan yang mengapling laut.

Guna mengantisipasi serbuan produk perikanan China, menurut Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana, daya saing produk perikanan Indonesia perlu ditingkatkan. ”Yang harus dilakukan adalah menurunkan biaya produksi, 80 persen dari biaya produksi adalah pakan, yang sebagian besar bahan bakunya diimpor,” ujar Suhana.

Harga pakan ikan kini Rp 256.000 per kemasan ukuran 50 kilogram. Untuk mencapai nilai keekonomian, maksimal harganya Rp 200.000 per kemasan.

Menurut Suhana, harga pakan bisa diturunkan dengan menghapus bea masuk impor bahan baku pakan ikan dan mendirikan pabrik pakan yang dikelola kelompok pembudidaya ikan setempat. (EVY)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/31/03501166/.butuh.langkah.konkret….hadapi..serbuan.produk.china

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: