Skip to content

Penghapusan Retribusi Ditargetkan Tuntas Tahun 2010

21/12/2009

Penghapusan Retribusi Ditargetkan Tuntas Tahun 2010

Senin, 21 Desember 2009 | 03:47 WIB

Jakarta, Kompas – Penghapusan retribusi perikanan untuk nelayan kecil di semua kabupaten/kota ditargetkan tuntas tahun 2010. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan alokasi dana insentif pengganti kepada daerah yang menghapus retribusi.

Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan Syamsul Ma’arif di Jakarta, Minggu (20/12), mengemukakan, penghapusan retribusi untuk nelayan kecil ditargetkan tuntas tahun 2010. Daerah yang menghapus retribusi nelayan akan mendapat kompensasi berupa penambahan dana alokasi khusus (DAK) ke daerah yang senilai dengan retribusi nelayan yang dihapus.

Tahun 2010 DAK untuk kabupaten/kota yang mengembangkan sektor perikanan ditetapkan sebesar Rp 1,8 triliun. Pihaknya sedang mengusulkan kepada Departemen Keuangan mengenai tambahan alokasi DAK akibat penghapusan retribusi nelayan.

”Kami masih merumuskan formula dan hitung-hitungan penambahan DAK sebagai pengganti retribusi,” ujar Syamsul.

Retribusi nelayan selama ini diatur dalam peraturan daerah (perda) dan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Beberapa bentuk retribusi nelayan antara lain retribusi pengangkatan hasil tangkapan ke daratan dan retribusi pelelangan ikan.

Sulit diterapkan

Kepala Divisi Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana mengingatkan, implementasi penghapusan perda tentang retribusi nelayan tidak mudah dilaksanakan. Ini karena pencabutan perda membutuhkan sosialisasi kepada pejabat daerah, aparat birokrasi, dan masyarakat.

”Pencabutan perda tentang retribusi nelayan membutuhkan persetujuan DPRD di setiap daerah. Ini memakan waktu cukup lama,” kata Suhana.

Ia meminta pemerintah menghindari target yang tidak realistis karena dikhawatirkan berakhir menjadi wacana yang mengecewakan publik. Dibutuhkan langkah konkret berupa kejelasan instrumen hukum dan mekanisme kompensasi atas penghapusan retribusi nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Gatot Rudiyono mengemukakan, pungutan retribusi perikanan di kabupaten/kota di Kalimantan Barat terhitung cukup besar, yakni mencapai Rp 500 juta per bulan. Namun, sejauh ada imbal balik yang sepadan, penghapusan retribusi tidak akan membawa persoalan besar.

”Diperlukan sosialisasi ke tingkat daerah serta penjelasan rinci kepada pemerintah daerah dan legislatif agar program penghapusan retribusi betul membawa manfaat bagi nelayan,” ujar Gatot.

Dana retribusi nelayan di tempat pelelangan ikan antara lain dikembalikan kepada nelayan sebagai jaring pengaman sosial. Bantuan itu di antaranya dana paceklik berupa beras atau uang.(LKT)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/21/03475566/penghapusan.retribusi.ditargetkan.tuntas.tahun.2010

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. JAYADI KUSUMA permalink
    06/01/2010 3:07 pm

    SECARA PRIBADI SBG APARAT DINAS DIDAERAH SETUJU DENGAN KEMAUAN MENTERI TTG PENGHAPUSAN RETRIBUSI NELAYAN (PELELANGAN IKAN) AKAN TETAPI HENDAKNYA YTH BPK MENTERI SEBELUM MENYAMPAIKAN KEBIJAKAN SELAYAKNYA MENGANALISA RENCANA KEBIJAKAN PUBLIK YG “POPULER” DAN “ANGIN SURGA TSB DARI BERBAGAI ASPEK, AL.
    1. DARI SISI YURIDIS APA TIDAK BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KRN DLM BERBAGAI KETENTUAN PERIHAL RETRIBUSI ADALAH HALAL.
    2. DARI SISI OTONOMI DAERAH APA KEBIJAKAN TSB BERARTI JUGA MEMPERKECIL PERAN DAERAH DLM MEMBANGUN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN ? HAL INI TERKAIT DG RENCANA YTH BPK MENTERI MENGGANTI HASIL PAD RETRIBUSI DG DANA DAK (KATA ORG JAWA PAK MENTERI SUMUGIH).
    3. DARI SISI PEMBERDAYAAN NELAYAN, KEBIJAKAN PAK MENTERI YTH APAKAH JUSTRU MENIADAKAN KEBERDAYAAN DAN PERANSERTA PARA NELAYAN UNTUK MEMBANGUN DUNIA USAHA PERIKANAN ? KRN SEBAGIAN DARI MEREKA WALAU MISKIN TAPI BANGA BISA IKUT BERPERAN MENGGALANG DANA BAGI NEGARA / DAERAH.
    4. DARI SISI EKONOMI, BPK PAKAH YTH BPK MENTERI SUDAH MENGANALISIS SEJAUH MANA PENGARUH PENGHAPUSAN BIAYA RETRIBUSI THD PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN ? MOHON MENGGUNAKAN KALKULATOR YANG BAIK, DAN BENAR.
    BARU TETAPKAN PENGHAPUSAN RETRIBUSI.

    • deddy permalink
      21/05/2010 6:28 pm

      bisa dan tidaknya menghapus retribusi perikanan daerah tergantung dari pemerintah daerah yang mau bersama2 dng pak menteri menemukan solusi yang terbaik.DAK yang disampaikan oleh pak menteri sebagai pengganti retribusi yang di hapuskan, saya pikir hal tersebut akan terwujud.hanya kita semua sabar semuanya butuh proses.saya justru berpikir bapak2 yang ada didaerah takut akan kehilangnya pendapatan hariannya…Ingat nelayan kecil yang harus dipikirkan.!!!saya yakin program ini akan jalan klu pemeritah daerah tidak takut akan kehilangan uang hariannya.SISI OTONOMI DAERAH APA KEBIJAKAN TSB BERARTI JUGA MEMPERKECIL PERAN DAERAH DLM MEMBANGUN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN ? saya pikir tidAK!!! KARENA DAK AKAN MENGGANTIKAN RETRIBUSI TERSEBUT.SERTA SARAN SAYA AGAR KIRANYA DAK TERSEBUT DIGUNAKAN LAGI UNTUK PEMBERDAYAAN PARA NELAYAN AGAR PERAN DAERAH TERHADAP NELAYAN KECIL LEBIH OPTIMAL DAN MENDAPAT JEMPOLAN DARI PARA NELAYAN…:)

  2. deddy permalink
    21/05/2010 6:25 pm

    bisa dan tidaknya menghapus retribusi perikanan daerah tergantung dari pemerintah daerah yang mau bersama2 dng pak menteri menemukan solusi yang terbaik.DAK yang disampaikan oleh pak menteri sebagai pengganti retribusi yang di hapuskan, saya pikir hal tersebut akan terwujud.hanya kita semua sabar semuanya butuh proses.saya justru berpikir bapak2 yang ada didaerah takut akan kehilangnya pendapatan hariannya…Ingat nelayan kecil yang harus dipikirkan.!!!saya yakin program ini akan jalan klu pemeritah daerah tidak takut akan kehilangan uang hariannya.SISI OTONOMI DAERAH APA KEBIJAKAN TSB BERARTI JUGA MEMPERKECIL PERAN DAERAH DLM MEMBANGUN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN ? saya pikir tidAK!!! KARENA DAK AKAN MENGGANTIKAN RETRIBUSI TERSEBUT.SERTA SARAN SAYA AGAR KIRANYA DAK TERSEBUT DIGUNAKAN LAGI UNTUK PEMBERDAYAAN PARA NELAYAN AGAR PERAN DAERAH TERHADAP NELAYAN KECIL LEBIH OPTIMAL DAN MENDAPAT JEMPOLAN DARI PARA NELAYAN…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: