Skip to content

2.500 Penyelam di Bunaken : Pemecahan rekor selam dunia atau rekor penghancuran terumbu karang dunia ?

09/08/2009

logo

PERS RELEASE

Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim

2.500 Penyelam di Bunaken :

Pemecahan rekor selam dunia atau rekor penghancuran terumbu karang dunia ?

Sail Bunaken 2009 pada 15-18 Agustus di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), akan diwarnai pemecahan rekor selam, sedikitnya 2.500 penyelam sudah terdaftar akan mengikuti selam masal tersebut. Yang menjadi pertanyaan saat ini apakah keberadaan 2.500 penyelam tersebut sudah didukung daya dukung lingkungan perairan Bunaken ? Pertanyaan ini yang sampai saat ini kami belum mendapatkan jawabannya ? Berbagai sumber sudah coba kami telusuri, akan tetapi sampai saat ini belum mendapatkan jawaban berapa daya dukung lingkungan perairan bunakan tersebut.

Kenapa pertanyaan ini penting ? Karena jangan sampai keberadaan 2.500 penyelam tersebut malah merusak keberadaan terumbu karang yang ada di wilayah perairan Bunaken. Hal ini dapat terjadi apabila daya dukung perairan Bunaken tidak dapat menampung 2.500 penyelam secara bersamaan tersebut. Selain itu juga kami tidak yakin bahwa dari 2.500 penyelam tersebut semuanya tidak akan menginjak terumbu karang yang ada di dasar perairan ketika mereka menyelam. Kalau hal ini terjadi, sail bunaken tersebut bukannya mendapatkan rekor dunia akan tetapi rekor pengrusakan terumbu karang dunia.

Keyakinan ini bukan tanpa dasar, hasil pengamatan yang telah dilakukan Pahlano–peneliti oseanografi dari Laboratorium Amakusa Marine Biological, Universitas Kyushu, Jepang–pada periode 2004-2008 jumlah wisatawan yang melakukan kegiatan snorkeling dan diving di sekitar Taman Nasional Bunaken meningkat sekitar 11 ribu orang per tahun. Menurut Pahlano, kedua kegiatan itu dapat menyebabkan batang maupun cabang karang patah, terutama jika kegiatan itu dilakukan oleh mereka yang belum berpengalaman.

Belajar dari Hawai

Laura Thielen—(Dewan Negara untuk Sumberdaya Alam dan Darat) seperti yang dikutif oleh The Jakarta Post (Agustus 2009) menyatakan bahwa orang yang akan melakukan aktivitas di sekitar terumbu karang yang ada di perairan Hawai akan berfikir dua kali. Karena mereka takut aktivitas yang akan dilakukannya berdampak terhadap kerusakan terumbu karang. Ketakutan tersebut bukannya tidak beralasan, karena apabila mereka terbukti melakukan kerusakan atas terumbu karang, denda yang akan diberikan oleh pemerintah setempat sangat besar.

Misalnya saja sebuan perusahaan perjalanan di Maui harus membayar $400.000 (sekitar Rp 4 milyar, kurs 10.000/1$) akibat menghancurkan 1.200 koloni karang ketika salah satu kapalnya berlabuh di Molokini, sebuah aeral terumbu karang yang terkenal sebagai salah satu lokasi penyelaman terkenal di Hawai. Sebuah operator perjalanan lainnya juga ternacam hukuman karena menggunakan jangkar secara illegal di Terumbu Maui. Bahkan U.S Navy juga tidak luput, aktifitas militer salah satu kapalnya berujung ancaman tuntutan karena merusak terumbu karang saat berlabuh di Pearl Hourbour, Februari. Hukuman tersebut dikeluarkan sejak dua tahun lalu sebagai bagian dari usaha untuk memberi efek jera pada siapa saja yang merusak sumberdaya yang sangat penting bagi lingkungan Hawai dan pariwisata di Hawai, Industri no 1 bagi negara bagian ini.

Hukum di Indonesia memang sampai saat ini belum secara tegas berapa denda yang harus diberikan apabila terjadi kasus diatas. Sehingga pihak panitia dan ke 2.500 penyelam di sail Bunaken akan merasa aman apabila mereka nantinya terbukti melakukan pengrusakan terumbu karang di sekitar Bunaken. Karena selama ini tindakan aparat hukum atas pengrusak terumbu karang tersebut belum ada. Yang ada selama ini adalah penindakan nelayan pengguna bom dalam melakukan penangkapan ikan. Padahal kerusakan akibat selam yang tidak ramah lingkungan tersebut dampaknya tidak kalah dengan penggunaan bom ikan oleh nelayan.

Berdasarkan hal tersebut diatas kami mendesak kepada pemerintah dan panitia sail bunaken 2009 mengklarifikasi dan menjelaskan kepada publik :

  1. Daya dukung lingkungan perairan Bunaken sehingga aman bagi penyelaman serentak oleh 2.500 penyelam. Jumlah penyelam harus disesuaikan dengan kemampuan daya dukung lingkungan perairan bunaken;
  2. Menyeleksi secara ketat dan tegas penyelam-penyelam yang akan melakukan penyelaman di Bunaken.
  3. Siapa yang akan bertanggungjawab apabila terumbu karang disekitar Bunaken tersebut mengalami kerusakan setelah aktivitas penyelaman tersebut.

Hal ini perlu dilakukan untuk menunjukkan kepada publik akan pelaksanaan pemecahan rekor selam yang bertanggungjawab dan ramah lingkungan.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim (PK2PM), dengan kontak :

Muhamad Karim (Direktur)

No HP : 08121888291

Email : karim_mmi@yahoo.com

Blog : https://pk2pm.wordpress.com

Suhana (Kepala Riset dan Kebijakan Kelautan)

No HP : 081310858708

Email : suhanaipb@gmail.com

Blog : https://pk2pm.wordpress.com atau http://suhana-ocean.blogspot.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: