Skip to content

Kluster Belum Tentu Diterapkan

22/07/2009

Kompas, Kamis, 23 Juli 2009 | 03:59 WIB

Jakarta, Kompas – Penerapan kluster perikanan tangkap di perairan Indonesia masih dikaji lagi. Apabila tidak mengakomodasi kepentingan nelayan tradisional, sistem itu tidak akan diterapkan.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, di Jakarta, Rabu (22/3). ”Saya sebagai menteri tidak segegabah itu ambil keputusan pakai kluster. Kalau tidak mengakomodasi kepentingan nelayan kecil, tentunya tidak akan kita laksanakan,” ujarnya.

Dijelaskan, penerapan kluster perikanan tangkap adalah keinginan para pakar supaya perikanan Indonesia lebih berkembang. Konsep itu dinilai cocok diterapkan di wilayah perairan yang tingkat eksploitasinya melebihi ambang batas.

Penerapan kluster, kata Freddy, berarti membatasi wilayah tangkap dan jumlah kapal yang boleh beroperasi. Sistem ini juga membuka peluang adanya monopoli. ”Karena itu, harus dianalisis kelayakannya,” ujarnya.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Perikanan Indonesia (Gappindo) Herwindo, pola kluster perikanan tangkap sulit diterapkan pengusaha. Ini karena pengusaha harus menyetor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di muka.

Padahal, hasil tangkapan ikan sangat sulit diprediksi volume maupun jenisnya. “Hanya pengusaha dengan modal sangat kuat yang sanggup mengelola kluster perikanan,” ujarnya.

Adapun guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Daniel Monintja berpendapat, porsi terbesar dalam pengelolaan kluster perikanan tangkap harus diserahkan ke usaha-usaha kecil yang tergabung dalam organisasi maupun koperasi. Pemerintah harus serius melakukan pemberdayaan dan penguatan organisasi usaha kecil dan nelayan. (LKT)

Sumber : http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/23/03591559/kluster.belum.tentu.diterapkan

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: