Skip to content

STOK TUNA DIPERTANYAKAN

25/04/2009

DENPASAR, NusaBali
Senin, 6 April 2009

Laporan FAO tahun 2009 menunjukkan ketersediaan bahan baku tuna Indonesia berlimpah (1989-2006), namun ternyata sejak 2004 banyak industri pengolahan tuna tutup kekurangan bahan baku. “Kalau melihat data FAO terbaru bahan baku tuna berlimpah, lalu kemana larinya produksi tuna nasional?” kata Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim, Suhana, kepada Antara di Jakarta, Minggu (5/4).

Data FAO tahun 2009, menurut Suhana, menunjukkan produksi ikan tuna nasional dalam kurun waktu 1989-2006 mengalami pertumbuhan sebesar 4,74 persen per tahun. Sementara itu produksi ikan tuna nasional yang berasal dari impor dalam kurun waktu 1989-2007 mengalami pertumbuhan sebesar 1.79 persen per tahun. Dengan demikian, total produksi tuna nasional ditambah volume impor pada tahun 2006 sebesar mencapai 575.087,85 ton, ujar dia.

Sementara itu, data yang sama menunjukkan volume ekspor ikan tuna nasional dalam kurun waktu 1989-2007 mengalami pertumbuhan sebesar 5,21 persen per tahun, dengan total volume ekspor ikan tuna tahun 2006 sebesar 35.459,96 ton. “Artinya kalau dilihat dengan total produksi nasional, total produksi ikan tuna yang diekspor tahun 2006 hanya sebesar 6,17 persennya saja,” kata Suhana. Dari data FAO 2009 tersebut, Suhana menghitung 93,83 persen tuna nasional tidak terserap ekspor. Sedangkan FAO dan PPB sendiri menyebutkan 91,43 persen tuna tidak terserap ekspor. “Beberapa tahun terakhir, khususnya pasca kenaikan harga BBM banyak perusahaan pengalengan tuna nasional yang kekurangan bahan baku. Padahal kalau melihat data yang ada justru setiap tahunnya produksi bahan baku ikan tuna nasional melimpah,” ujar pria lulusan IPB tersebut.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mencatat setiap industri pengalengan ikan tuna umumnya memerlukan bahan baku minimalnya sekitar 80 ton per hari atau sekitar 28.000 ton per tahun. Artinya produksi tuna nasional seperti yang tergambar dalam laporan PBB dan FAO tersebut rata-rata per tahunya dapat menyuplai bahan baku ikan tuna untuk 17 unit industri pengalengan ikan tuna nasional, ujar dia. “Tapi menurut catatan salah satu media nasional, tahun 2004 ternyata pada tahun tersebut 50 persen dari 16 industri pengalengan ikan tuna dan cakalang nasional tidak berproduksi karena kekurangan bahan baku,” katanya.

Sementara itu, Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) mencatat empat tahun lalu tersebar tujuh industri pengalengan ikan tuna di Jawa Timur. Tetapi, kini empat unit di antaranya tidak berproduksi lagi. Di Sulawesi Utara sebelumnya terdapatnya empat industri sekarang tinggal dua industri yang beroperasi. Itu pun setelah diambil alih investor dari Filipina. Sementara itu, APIKI mencatat di Bali juga tinggal satu unit, padahal sebelumnya ada dua industri pengalengan ikan tuna.

http://www.nusabali.com/opendoc.php?page=5&id=21872&date=2009-04-15%2001:36:50

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: